Saturday, August 9, 2014

Bismillahirrohmanirrohim 
(dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)

Di kajian ini akan di bahas tentang 10 nama-nama Allah yang wajib di ketahui di samping 99 nama-Nya, antara lain: Al-Muqsith, Al-Warits, An-Naafi’, Al-Baasith, Al-Hsfiidz, Al-Waliy, Al-Waduud, Ar-Roofi’, Al-Mu’iz, dan Al-Afuww.
   1.    AL-MUQSITH: Allah Yang Maha Mengadili
Ditinjau dari segi etimologi Al-Muqsith merupakan bentuk derivasi dari kata “akhshatha-yuqshithu” yang berarti “Mengadili”. Menurut terminologi Al-Muqsith dapat diambil suatu pergertian bahwa Allah sebagai dzat yang paling berhak mengadili segala urusan baik di dunia maupun di akhirat. Allah swt. berfirman:
Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan melainkan Dia (yang berhak disembah), yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (QS. Ali Imron: 18)
Maha mengadili adalah sifat Allah yang bertindak dan menyebarkan keadilan atas orang yang salah. Kesempurnaannya terletak pada mengaitkan tidak hanya kepuasan orang yang salah, tetapi juga orang yang menyalahi, hal ini adalah keadilan dan keseimbangan tinggi dari Allah.
Keadilan semacam ini tidak mungkin dimiliki siapapun kecuali Allah. Kemampuan mengadili yang dimiliki Allah tidak dibatasi oleh ruang dan waktu serta tidak dibatasi oleh kekuasaan ataupun kekuatan apapun. Pengadilan Allah berlaku dalam kehidupan di dunia melalui hukum-hukum alam (Sunnatullah) yang ditetapkan dan berlaku untuk semua makhluknya.
Pengadilan yang paling besar dan agung akan terjadi setelah kiamat. Pada saat itulah manusia akan dibangkitkan dari alam kubur, untuk menjalani proses pengadilan, dan tidak akan satu manusia pun yang terlewatkan guna menentukan kehidupan di alam abadi ke Surga atau ke Neraka. Semua makhluk akan benar-benar merasakan dan menerima keputusan dan keadilan Allah.
  2.    AL-WARITS: Allah Yang Maha Mewarisi
Ditinjau dari segi etimologi Al-Warits memiliki arti kekal setelah binasanya makhluk dan pihak yang menerima kepemilikan dan mewarisi setelah kematian makhluk. Sifat Al-Warits termaktub dalam ayat Al Qur’an:
Dan Sesungguhnya benar-benar Kami-lah yang menghidupkan dan mematikan dan Kami (pulalah) yang mewarisi.” (QS. al-Hijr: 23)
Apabila kita merujuk pada Nash Al-Qur’an bahwa sesungguhnya Allahlah pemilik langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya. Allahlah yang menciptakan Adam sebagai khalifah di bumi, karena Dia hendak menguji siapa diantara anak adam yang paling baik amalanya pada saat mengemban misi sebagai hamba dan kholifatullah fil ardi. Mereka dari generasi ke generasi saling mewarisi apabila dari golongan mereka berakhir, tapi apa yang diwarisi tersebut hanyalah kepemilikan sementara. Semua pinjaman dari Allah kepada makhluk-makhluk-Nya tersebut harus dikembalikan secara utuh kepada-Nya, dan yang tersisa hanyalah Allah sebagai Al-Warits. Firman Allah:
dan kepunyaan Allah-lah segala warisan (yang ada) di langit dan di bumi. Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Ali Imron: 180)
  3.    AN-NAAFI’U: Allah Yang Maha Pemberi Manfaat
Ditinjau dari segi etimologi An-Naafi’u memiliki arti “Maha Menberi Manfaat”. Nama Allah ini biasanya digunakan untuk zikir dan munajat, dengan demikian mengingat An-Naafi’u akan memberi makna bahwa Allahlah yang sanggup menganugerahkan manfaat untuk manusia. Allah berfirman:
Dan mereka menyembah selain Allah apa yang tidak memberi manfaat kepada mereka dan tidak (pula) memberi mudharat kepada mereka. Adalah orang-orang kafir itu penolong (syaitan untuk berbuat durhaka) terhadap Tuhannya.” (QS. Al-Furqan: 55)
Allah sebagai zat yang paling berkuasa untuk menganugerahkan manfaat kepada seluruh makhluknya. Dan juga sebaliknya Allah swt. sebagai satu-satunya zat yang berkuasa mendatangkan madzarat bagi semua makhluk-nya. Baik manfaat ataupun madzarat yang Allah berikan kepada makhluk-Nya sebagai bukti kekuasaan Allah terhadap makhluk-Nya. Karena itu manusia sebagai makhluk yang memiliki kesadaran (berfikir) akan keberadaan Allah, maka manusia harus menunjukkan sikap positif terhadap semua manfaat diberikan Allah kepadanya. Kesadaran terhadap semua manfaat yang diberikan manusia, akan melahirkan sikap syukur dan taat terhadap semua ketentuannya. Demikian juga sebaliknya jika manusia tidak menyadari akan manfaat yang telah dianugerahkan Allah swt. kepadanya, maka akan melahirkan sikap kufur dan dzalim.
  4.    AL-BAASITH: Allah Yang Maha Melapangkan
Ditinjau dari segi etimologi Al-Baasith merupakan bentuk derivasi kata “basatha-yabsuthu” yang memiliki arti melampangkan. Menurut terminologi Al-Baasith dapat diambil pengertian bahwa Allah sebagai dzat yang berkuasa untuk mencukupi segala kebutuhan hidup dan menentukan segala urusan yang dihadapi makhluk-Nya. Allah berfirman:
Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya; Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hambanya.” (QS. al-Isra’: 30)
Maha melampangkan merupakan salah satu sifat Allah, Dia-lah yang memberikan ruh dalam raga manusia pada awal kehidupan dan mencabutnya kembali pada saat kematian. Dengan sifat kelapangan-Nya dan kebijaksanaan-Nya, Allah melipat gandakan atau melimpahkan sarana rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya begitu pula sebaliknya.
Karunia yang dianugerahkan Allah atas makhluk-Nya adalah nilai yang tak terbatas. Kalau sekiranya nikmat Allah dihitung, niscaya kita tak dapat menghitungnya. Contoh kecil, misalnya rambut yang tumbuh di atas kepala saja yang melindungi dari teriknya matahari dan organ lain yang sangat berguna bagi manusia. Itulah kelapangan yang diberikan Allah kepada kita, yang mana bila Allah menghendaki memberikan kelapangan karunianya, maka tiada satu pun makhluk yang dapat menghalangi-Nya.
  5.    AL-HAFIIDZ: Allah Yang Maha Menjaga
Ditinjau dari segi etimologi Al-Hafiidz mempunyai arti menjaga segala sesuatu agar tidak berubah. Sebagaimana firman-Nya:
Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur’an, dan Sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (QS. Al-Hijr: 9)
Secara terminologi bahwa Allah sebagai dzat yang berkuasa untuk menjaga dan mengendalikan segala ciptaan dan segala urusan yang terjadi dalam kehidupan dunia maupun akhirat.
Allah berfirman:
Maka Allah adalah Sebaik-baik penjaga dan Dia adalah Maha Penyayang diantara Para Penyayang.” (QS. Yusuf: 64)
Ibnu Manzhur menuturkan; dengan Allah berfisat ‘Al-Hafizh’, maka tak satu partikel atompun terlepas dari pengawasan dan pemeliharaan-Nya atas apa yang mereka lakukan. Dan Dia juga memelihara langit dan bumi dengan segala kekuasaan-Nya. Firman Allah:
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaa-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. al-Baqarah: 255)
Penjagaan Allah atas langit dapat dipahami dari tiga hal: 1. Allah menjaga makhluk dari kerusakan dan kehancuran, 2. Allah menjaga (Menghitung, Mencatat, Memberi balasan atas perbuatan hamba), 3. Allah menjaga para wali-Nya yang melindungi mereka dari kemungkinan berbuat dosa, dan menjaga mereka dari godaan dan bujukan syetan, agar terhindar dari keburukan dan fitnah syetan.
  6.    AL-WALI: Allah Yang Maha Melindungi
Dilihat dari segi lughowi Al-Wali memiliki arti “Yang Maha Melindungi. Secara maknawi Al-Wali mengandung pemahaman bahwa Allah akan selalu melindungi semua makhluk ciptaan-Nya dari segala gangguan yang mengancam kehidupannya, Allah memberi jaminan keamanan dan keberlangsungan hidup makhluk-makhluk-Nya. Firman Allah:
Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang pelindung maupun seorang penolong.” (QS. al-Baqarah: 107)
Maha melindungi adalah sifat Allah yang berhubungan dengan pertolongan yang diberikan atas seseorang dari gangguan dan bahaya yang ditimbulkan orang lain. Makna pertolongan Allah itu jelas, karena Dia akan menolong orang beriman dan orang-orang yang berfihak kepada-Nya dan Allah tidak melihat jumlahnya. Baginya sedikit maupun banyak sama saja, bila Dia menghendaki memberi pertolongan kepada orang yang beriman , maka tentu akan mendapat kemenangan. Sebagai contoh perang Badar, meskipun jumlah umat Islam sedikit akan tetapi mereka mendapat kemenangan sebagai bukti akan adanya pertolongan dan perlindungan Allah.
Firman Allah:
Yang demikian itu karena Sesungguhnya Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman dan karena Sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak mempunyai pelindung.” (QS. Muhammad: 11)
  7.    AL-WADUUD: Allah Yang Maha Pengasih
Diantara sifat Allah swt. yang enak didengar dan menyejukkan hati adalah Al-Waduud (Yang Maha Pengasih).  Lafadz ini merupakan bentuk derivasi dari kata “wadda-yawaddu” yang berarti mengasihi. Menurut istilah Al-Waduud memiliki arti Allah memiliki sifat pengasih terhadap semua makhluk-Nya tanpa pilih kasih terhadap siapapun sesuai ketentuan hukum yang telah ditetapkan-Nya. Firman Allah:
Sesungguhnya Dia-lah yang menciptakan (makhluk) dari permulaan dan menghidupkannya (kembali). Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Pengasih.” (QS. al-Buruj: 13-14)
Meurut pendapat Az Zujjaj “Al-Waduud” adalah Allah sebagai zat yang mengasihi dan yang mencintai hamba-hamba-Nya yang shaleh. Ibnu Qayyim menuturkan: Dialah yang Maha Mengasihi, yag mencintai dan dicintai oleh kekasih-Nya dan keutamaan adalah bagi yang memberi karunia.
  8.    AR-ROOFI’: Allah Yang Maha Meninggikan
Ditinjau dari segi etimologi Ar-Roofi’ memiliki arti “Yang Maha Meninggikan”. Kata ini merupakan bentuk derivasi dari “rafa’a-yarfa’u” yang berarti meninggikan atau mengangkat. Menurut terminologi Ar-Rofi’ mengandung arti bahwa Allah berkuasa untuk mengangkat harkat dan martabat makhluk-Nya yang dikehendaki-Nya pada derajat yang sempurna. Firman Allah:
Apabila terjadi hari kiamat. Tidak seorangpun dapat berdusta tentang kejadiannya. (Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain).” (QS. al-Waqi’ah: 1-3)
Allah Maha Meninggikan derajat mereka yang beriman kepada Allah swt dan bertaqwa kepadanya serta mereka yang senantiasa mendekatkan/tawadlu’ kepada-Nya. Sebaliknya Dia merendahkan dan menghinakan orang-orang yang kafir yang ingkar kepada-Nya, dan yang senantiasa mengingkari atas nikmat yang diberikan-Nya.
  9.    AL-MU’IZZU: Allah Yang Maha Memuliakan
Ditinjau dari segi etimologi “Al-Mu’izzu” artinya yaitu “Yang Maha Memuliakan”. Merupakan bentuk derivasi dari kata “a’azza-yu’izzu” yang berarti memuliakan. Secara terminologi Al-Mu’izzu artinya yaitu segala kemuliaan menjadi milik Allah dan akan diberikan kepada siapapun yang dikehendaki. Firman Allah:
Katakanlah: “Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”” (QS. Ali Imron: 26)
Allah menganugerahkan kemuliaan orang-orang yang tabir hatinya telah menerima petunjuk Allah sehingga mereka mengetahui akan kebenaran hakiki firman-firman Allah swt. Mereka diberi ketenangan hati sehingga tak lagi memerlukan apa-apa selain Allah. Mereka diberikan kekuatan dan kemantapan sehingga bisa mengendalikan hawa nafsunya. Allah juga memuliakan mereka di akhirat yakni dapat menemui-Nya. Allah akan memanggil mereka dan berfirman “Wahai jiwa yang tenang kembalilah kepada Tuhanmu” .
Dalam realita kehidupan sehari-hari, tidak semua orang bisa memperoleh kemuliaan dari Allah. Ada sebagian manusia yang memperoleh kehinaan akibat perbuatan yang dilakukan yang hanya mengikuti hawa nafsunya. Allah menyatakan dalam firman-Nya:
Orang-orang munafik memanggil orang-orang Mu’min, “Bukankah kami dahulu bersama kamu?” Mereka menjawab, “Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri, dan hanya menunggu, meragukan (janji Allah) dan ditipu oleh angan-angan kosong sampai datang ketetapan Allah; dan penipu (setan) datang memperdaya kamu tentang Allah.”” (QS. al-Hadid: 14)
10.  AL-AFUWW: Allah Yang Maha Pemaaf
Secara etimologi Al-‘Afuww berasal dari “’afaa-ya’fuu” yang berarti memaafkan. Dengan sifat Allah bersifat Al-‘Afuww dapat dipahami bahwa Allah banyak memaafkan. Sedang kata Al-‘Afuww artinya yaitu memaafkan dosa-dosa dan tidak membalas orang-orang yang berbuat salah.
Imam Ghazali berpendapat, bahwa Al-‘Afuww yaitu yang menghapuskan keburukan-keburukan dan mengampuni perbuatan keji. Kata ini sangat dekat dengan Al-Ghafur, tetapi lebih kuat tekanan maknanya, karena kata Al-Ghafur itu mengacu pada arti penutupan dosa, sedangkan kata Al-‘Afuww mengacu pada arti penghapusan dosa. Dengan demikian tentu penghapusan lebih kuat tekanannya daripada penutupan dosa.
Allah memberikan karunianya yang berupa ampunan karena keterbatasan dan ketidakmampuan hamba yang telah terlanjur berbuat salah dan dosa. Salah satu sifat pemaaf-Nya adalah bahwa Dia menutupi sebagian besar dosa hamba-hamba-Nya kelak di akhirat. Dia memperlihatkan kepada mereka sejumlah dosa mereka, kemudian memberikan kabar gembira kepada mereka akan pengampunan-Nya bahkan Dia akan menggantikannya dengan kebaikan. Maha suci Allah, sungguh maha Agung dan maha mulia-Nya Dia. Sungguh maha agung maaf dan ampunan-Nya. Sebagai hamba kita harus mengetahui keluasan maaf Allah, selalu mohon maaf-Nya, dan memohon kepada-Nya agar Dia ampuni dengan sifat pemaaf dan kedermawanan-Nya. Dalam penghujung surat Al Baqarag, orang-orang Mu’min, mereka senantiasa berdoa kepada Tuhan dengan mengucapkan:
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (mereka berdoa): “Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau hukum Kami jika Kami lupa atau Kami tersalah. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau bebankan kepada Kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau pikulkan kepada Kami apa yang tak sanggup Kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong Kami, Maka tolonglah Kami terhadap kaum yang kafir.”” (QS. al-Baqarah: 286)
Maaf Allah itu luas, demikian kata Ibnu Qayyim: “Dia Maha Pemaaf, yang Pemaaf-Nya meliputi semua makhluk. Kalau karena tidak maaf-Nya, niscaya bumi akan terbenam dengan membawa seluruh penduduknya”.
Allah juga menyeruh kepada hamba-Nya untuk memaafkan oarang yang telah berlaku dzalim kepada mereka dan mengampuni orang yang tidak tahu, jika mampu. Kepada mereka, Allah menjanjikan maaf dan ampunan-Nya sebagaimana balasan-Nya:
“Dari Abu Hurairah, sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda: “shadaqah itu tidak mengurangi harta, dengan maaf, Allah akan menambah kemuliaan kepada seorang hamba; dan ketika seorang bersikap rendah hati karena Allah akan mengangkatnya.”” (HR. At-Tirmidzi: 1952)
Bismillahirrohmanirrohim 
(dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)

1.      Makhluk-Makhluk Allah yang Mendahului Terciptanya Nabi Adam
Sebelum Allah menciptakan Adam as. Sebagai manusia bapak pertama yang menelurkan manusia sejagad raya ini dengan berbagai bangsa, ras, dan warna kulit yang berwarna-warni, terlbih dahulu Allah menciptakan langit dan bumi serta seisinya, menciptakan malaikat yang bahanya dari nur (cahaya), juga menciptakan iblis atas jin bahannya dibuat dari api.
Dalam menciptakan makhluk-makhluk seperti diatas cukuplah bagi Allah dengan mengucapkan kata-kata KUN = jadilah; maka jadilah apa yang Dia kehendaki.
Allah berfirman:
Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah (cukup) berkata kepadanya: “Jadilah” maka terjadilah ia.” (QS. Yasin: 82)

2.      Kejadian Adam as.
Allah menciptakan Adam as. sebagai manusia bapak pertama didunia adalah dibuat dari bahan asli tanah yang diawali dengan kata-kata KUN = jadilah, FAYAKUN = maka jadilah.
Tentang penciptaan Adam as. yang bahannya dari tanah liat itu dapat kita lihat dalam surat al-Hijr ayat 26; surat Shad ayat 71.
Sesudah Allah menciptakan Adam as. lalu Allah memerintahkan kepada seluruh makhluk Allah yang mendahului Adam as. khususnya perintah itu ditunjukkan kepada seluruh malaikat untuk menghormati Adam terebut. Maka sujudlah (memberikan penghormatan) seluruh malaikat itu kecuali iblis, ia menolak perintah Allah tersebut. Mengapa iblis tidak mau tunduk atau memberikan penghormatan kepada Nabi Adam as.? karena menurutnya ia diciptakan dari api yang lebih mulia dari Adam yang terbuat dari tanah liat lagi pula busuk baunya, mengapa ia harus sujud kepada Nabi Adam as. Sifat keakuan dan egoisme inilah yang menjadikan penghalang ia tidak mau mengindahkan perintah Allah, dan akhirnya mengakibatkan baginya sebagai hamba yang terkutuk dan dikeluarkan dari surga Allah.
Dalam hali ini Allah berfirman:
Allah berfirman, apakah yang menghalangimu utuk bersujud (kepada Adam) diwaktu Aku menyuruhmu? Iblis menjawab: “Saya lebih baik dari padanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah.” Allah berfirman: Turunlah kamu dari surga itu karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina.” (QS. al-A’raf: 12-13)

3.      Mengapa Adam Dihormati Oleh Seluruh Malaikat
Ada beberapa keistimewaan yang ada pada diri Adam sehingga Adam dihormati oleh para Malaikat, diantaranya adalah:
1.      Adam adalah manusia pertama yang diciptakan Allah, dan Adamlah yang menurunkan (turunan) manusia yang ada di dunia, ada yang menjadi Nabi dan Rasul, ada yang menjadi Raja, Presiden bahkan ada yang menjadi orang jahat yang ketentraman dan merusak isi alam yang diciptakan oleh manusia.
2.      Adam diciptakan oleh Allah dengan “TanganNya” sendiri sedangkan makhluk-makhluk yang lain diciptakan dengan perkataanNya “Jadilah”, maka terciptalah makhluk yang dihendaki oleh Allah, seperti iblis, dengan kejadian terebut maka sudah sepantasnya Allah memerintahkan makhlukNya supaya menghormati Adam.
3.      Selain Adam yang diciptakan Allah dengan tanganNya. Adam adalah seorang Nabi, seorang yang mendapat wahyu dari Allah.

4.      Kedudukan Adam Sebagai Nabi
Allah menciptakan Adam (manusia) untuk menjadi khalifatullah, menjadi manusia yang akan mengelola alam dan seluruh isinya, agar dapat menjadi pengelola yang baik, maka Allah mengajarkan kepada Adam bermacam-macam ilmu pengetahuan, seperti; pertanian, peternakan, pertukangan dan nama-nama benda yang berada di bumi yang sudah diciptakan Allah. Kelebihan Adam tersebut dapat dilihat dalam firman Allah pada surat al-Baqarah: 31-32 yang artinya:
Dan dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lau berfirman: Sebutkanlah kepadaKu nama-nama benda yaitu, jika kamu memang orang-orang yang benar, Mereka (para malaikat) menjawab: Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami, sesungguhnya Engkaulah Yang Mengetahui lagi Maha Bijaksana, Allah berfirman: Hai Adam? Beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini. Maka setelah diberitahukannya (dibeberkannya) kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?

5.      Iblis Menolak Perintah Allah
Berbeda dengan malaikat yang selalu tunduk dan patuh kepada Allah, tapi iblis adalah makhluk yang selalu membangkang kepada perintah Allah, termasuk pada saat Allah memerintahkan kepada iblis supaya sujud kepada Adam, tapi iblis menolak dan membangkang, karena membangkang dari petintah Allah tersebut, sehingga iblis diusir oleh Allah dari surga.
Penyebab utama, mengapa iblis selalu membangkang kepada perintah Allah karena iblis merasa sombong dan merasa lebih mulya dari Adam, karena Adam diciptakan Allah dari tanah sedangkan iblis diciptakan Allah dari api.
Setelah iblis diturunkan Allah ke bumi, iblis minta kepada Allah agar diberi umur panjang sampai nanti hari kiamat, jadi semua iblis tidak akan mati sampai hari kiamat.
Permintaan tersebut dikabulkan oleh Allah, ia dan keturunannya diberi hidup sampai hari kiamat. Tujuan iblis minta dipanjangkan umurnya untuk hidup ialah karena merasa dengki kepada Adam, karena yang menyebabkan iblis keluar dari surga gara-gara Adam, maka dari itu mulai sekarang aku akan menggoda dan mengajak dan selalu menghalang-halangi dari jalan yang lurus. Aku (iblis) akan selalu menggoda Adam dan anak cucunya dengan berbagai cara dan dari berbagai arah, dari arah belakang, depan, samping dan dari arah atas dan arah bawah, agar semua manusia bersama-sama kami melanggar perintah Allah dan bersama-sama dengan kami menjadi penghuni Neraka. Sebagaimana firman Allah:
Allah berfirman: Hai Iblis, apakah yang mengahalangi kamu sujud kepada yang telah Ku ciptakan dengan kedua tanganKu. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?. Iblis berkata: Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan dari tanah, Allah berfirman: Maka keluarlah kamu dari surga, sesungguhnya kamu adalah orang yang diusir, sesungguhnya kutukanKu tetap atasmu sampai hari pembalasan. Iblis berkata: Ya Tuhanku, beri tanggulah aku sampai hari merekadibangkitkan. Allah berfirman: Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya (hari kiamat). Iblis menjawab: Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hambaMu yang mukhlis diantara mereka. Allah berfirman: Maka yang benar (adalah sumpahKu) dan hanya kebenaran itulah yang Ku katakan. Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi Neraka jahanam dengan jenis kamu dan dengan orang-orang yang mengikuti kamu diantara mereka semuanya.” (QS. Shod: 75-85)

6.      Penciptaan Hawa Sebagai Istri Adam
Setelah Allah mengetahui bahwa Adam merasa kesepian hidup di surga, tiada teman dan kawan yang mendampingi dan yang menemani sehari-hari. Maka Allah menciptakan teman pendamping Adam yang dapat menemani dan menghibur Adam. Teman tersebut adalah Hawa yang diciptakan Allah dari tulang rusuk sebelah kiri Adam yang diambil Allah pada saat Adam tertidur lelap.
Setelah Adam terbangun dari tidurnya, ia terperanjat karena disebelah kepalanya ada seorang perempuan yang cantik dan menawan yang belum pernah dikenal sebelumnya. Diciptakannya Hawa tersebut maka rasa kesepian yang dialami oleh Adam menjadi hilang, dan dengan diciptakannya Hawa dapat menjadi penyambung dan penerus keturunan Adam,. Firman Allah:
Yang telah menciptakan kamu dari seseorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan istrinya.” (QS. an-Nisa: 1)
Dan firman Allah lagi:
daripadanya Dia menciptakan istrinya, agar ia merasa senang kepadanya” (QS.al-A’raf: 89)

7.      Adam dan Hawa Bertempat Tinggal di Surga
Ketika Adam sudah mendapatkan seorang pendamping yang cantik dan menawan yang dapat digunakan untuk membagi rasa, baik senang maupun susah dan dapat menambah ketenangan dan ketentraman hatinya. Maka selanjutnya Allah memerintah kepada kedua insan tersebut untuk menempati satu tempat yang penuh dengan kenikmatan yaitu di Surga.
Di dalam surga tersebut Alah menyediakan berbagai macam buah-buahan yang berbagai macam rasa dan warna, yang semuanya itu disediakan untuk Adam dan Hawa dan boleh dinikmati sepuas-puasnya, kecuali satu buah-buahan yang dilarang didekati, disentuh, dan dimakan oleh Adam dan Hawa, yaitu Khuldi. Bahkan Allah akan mengancam dan memberi siksa kepada Adam dan Hawa apabila sampai memakan buah tersebut.
Pembicaraan antara Adam dan Allah tersebut didengar oleh iblis yang telah diusir oleh Allah dari surga. Sehingga dengan modal larangan Allah kepada Adam tersebut, iblis berusaha memperdaya Adam dan Hawa dengan berbagai cara agar mau melanggar larangan Allah. Yaitu memakan buah Khuldi. Dan dengan kata-kata yang manis dan menawan sehingga kedua insan tersebut terpikat hatinya dan tidak sadar atas tipu daya iblis yang menjadi musuh besarnya dan dapat menjerumuskan kedalam ancaman dan siksaan Allah.
Padahal sebelumnya Allah sudah berpesan kepada Adam agar berhati-hati dalam menghadapi iblis. Firman Allah:
Maka Kami berkata: Hai Adam, sesungguhnya iblis ini adalah musuh bagimu dan bagi istrimu, maka sekali-kali janganlah mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka.” (QS. Thohah: 117)

8.      Adam dan Hawa Terpikat Atas Bujukan Iblis
Dengan berbagai cara dan kata-kata manis yang menggiurkan akhirnya Adam dan Hawa terpikat oleh ajakan dan bujuk rayu iblis dan melanggar larangan Allah, dan sesuai dengan janji Allah akan memberi ancaman kepada Adam dan Hawa apabila melanggar larangannya, yaitu memakan buah Khuldi. Dan akhirnya Adam dan Hawa menerima balasan dari Allah, yaitu dikeluarkan dari surga dan diturunkan ke bumi. Itulah balasan yang diterima oleh Adam dan Hawa akibat menuruti perintah iblis untuk memakan buah Khuldi. Sebagaimana firmanNya:
Kemudian Tuhan menyeru mereka: Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu, dan Aku katakan kepadamu; Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua.” (QS. al-A’raf: 22)
Firman Allah:
Allah berfirman: Turunlah kalian, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Dan kamu menyukai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) dimuka bumi sampai waktu yang telah ditentukan. Allah berfirman: Dimuka bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati dan dari bumi itu pula kamu akan dibangkitkan.” (QS. al-A’raf: 24-25)

9.      Adam dan Hawa Menyesali Perbuatannya
Setelah Adam dan Hawa di bumi, mereka berdua menyesali perbuatannya yang melanggar perintah Allah, setelah itu dengan hati yang bersih dan penuh pengharapan ampunan dari Allah, maka mereka berdua bersimpuh dimuka bumi dengan menengadakan kedua tangan sambil berkata:
Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi Rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.
Doa yang dibaca Adam dan Hawa tersebut didengar dan diterima oleh Allah, karena Allah Maha penerima Taubat hambanya, sebagaimana firman Allah:
Kemudian Adam menerima berbagai kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. al-Baqarah: 37)

10.  Berbagai Pendapat Tentang Surga yang Ditempati Adam
Ada beberapa pendapat dikalangan Ulama’ tentang surga yang dihuni oleh Adam dan Hawa itu surga yang ada di langit dan ada yang mengatakan surga yang ada di bumi. Dari kedua pendapat tersebut yang kuat adalah pendapat yang mengatakan bahwa surga yang dihuni oleh Adam dan Hawa adalah Surga Dunia. Sebagaimana firman Allah:
Sesungguhnya Aku hendak menjadikan Adam sebagai khalifah di muka bumi” (QS. al-Baqarah: 30)
Pendapat yang mengatakan bahwa surga yang dihuni oleh Adam dan Hawa itu surga dunia juga diperkuat oleh ayat Al-Qur’an yang mengatakan bahwa orang yang menghuni surga itu akan kekal didalamnya, sedangkan Adam dan Hawa tidak kekal didalam surga, karena mereka berdua di keluarkan oleh Allah dari surga karena melanggar laranganya. Sebagaimana firman Allah:
Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya didalam surga, mereka kekal didalamnya.” (QS. Hud: 108)

11.  Adam dan Hawa Mengembangkan Keturunan di Bumi
Setelah menjalani kehidupan di bumi, Adam dan Hawa mulai mengalami dan merasakan kehidupan yang penuh tanggung jawab dan penuh resiko. Dan setiap mereka menginginkan sesuatu mereka harus bekerja keras dan mengeluarkan tenaga, kalau mereka ingin makan, mereka harus bekerja terlebih dahulu mananam padi, kalau mereka menginginkan pakaian, mereka harus bekerja dahulu menanam kapas, kalau mereka menginginkan air mereka harus menggali tanah, dan masih banyak lagi kebutuhan yang harus didahului dengan pengorbanan.
Disamping bekerja keras, Adam dan Hawa harus berhati-hati dalam bertindak dan bekerja, karena Adam dan Hawa selalu diganggu iblis agar melanggar perintah Allah, agar supaya Adam dan Hawa tidak melanggar perintah Allah, maka Allah memberi petunjuk. Karena dengan petunjuk itulah Adam dan anak turunnya dapat selamat dari tipu daya syetan sebagaimana firman Allah:
Kami berfirman: Turunlah kamu dari surga itu. Kemudian jika datang petunjukKu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk, niscaya tidak ada rasa kekhawatiran atas mereka, dan tidak pula mereka bersedih hati.” (QS. al-Baqarah: 38)
Tidak lama setelah itu, Hawa mengandung dan melahirkan keturunan dua laki-laki dan perempuan, yang bernama Habil dan adiknya Habil. Dan tidak lama setelah itu, Hawa mengandung lagi dan melahirkan dua anak laki-laki dan perempuan, yang laki-laki dinamakan Qabil dan yang perempuan diberi nama adik Qabil.
Ketika kedua anaknya yang laki-laki itu tumbuh sebagai anak remaja, Adam mulai mendidik anak-anaknya agar dapat mengelolah bumi dengan baik, dengan cara bercocok tanam, bertenak dan lain-lain pekerjaan yang dapat membuahkan hasil dan bermanfaat.
Agar kedua anaknya tersebut mau taat pada perintah Allah, maka Adam menyeruh kepada anak-anaknya agar mensyukuri nikmat Allah yang telah diberikan kepadanya, dengan cara mengerjakan perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya. Diantara perintah Allah adalah mempersembahkan sebagian hartanya atau rizkinya ke puncak gunung agar dapat dinikmati oleh makhluk-makhluk Allah yang tidak pandai bercocok tanam seperti hewan. Pekerjaan seperti ini oleh Adam dinamakan dengan berkurban, berzakat, dan beribadah.
Dengan adanya nasehat dan perintah Adam kepada anaknya ini, maka iblis mulai menggoda kepada Qabil dan Habil dengan berbagai cara, agar tidak mengerjakan perintah dan tidak memperhatikan nasehat ayahnya tersebut. Dengan perkataan yang halus akhirnya iblis dapat memperdaya Qabil yang mempunyai hati kasar, karena korban yang dikeluarkan oleh Qabil tidak sebesar yang dikeluarkan oleh Habil, dan Qabil mengeluarkan korban tersebut tidak didasari dengan keikhlasan hati, tapi mengeluarkan korban tersebut karena terpaksa.
Ternyata korban persembahan Habil habis dimakan oleh binatang sedangkan korban Qabil tidak diterima oleh Allah karena korban persembahannya masih tersisa banyak dan tidak dimakan oleh binatang. Dengan ditolaknya korban Qabil ini, maka Qabil iri hati kepada Habil dan menimbulkan rasa benci Qabil kepada Habil yang didasarkan oleh bujuk rayu iblis.
Selang beberapa tahun, kebencian Qabil dan Habil belum hilang, kini timbul masalah lagi, yang membuat rasa kedengkian Qabil semakin bertambah, karena Adam menjodohkan Qabil dengan adik Habil yang jelek, sedangkan Habil dijodohkan dengan adiknya Qabil yang lebih cantik dibanding dengan adiknya Habil, karena memang menurut syariat Nabi Adam, anak kembar tidak boleh dijodohkan dengan kembarannya.
Karena kamarahan, kebencian, dan iri hati yang semakin mendalam, maka akhirnya Qabil mempunyai rencana untuk membunuh adiknya, dan ternyata rencana Qabil dapat dilaksanakan dengan baik, dan dengan dijalankannya rencana tersebut menambah kegembiraan iblis karena iblis telah berhasil memperdaya Qabil untuk membunuh adiknya. Untuk menyelesaikan perkara pembunuhan tersebut agar tidak terlarut-larut, maka Qabil menanam adiknya itu ke liang lahat dan habislah perkara, yang meniru perbuatan burung gagak.
Selanjutnya Qabil tidak pulang ke rumah ayahnya tapi berkelana atau mengembara kemana tanpa arah dan tujuan yang pasti. Dengan kematian Habil dan perginya Qabil, maka Adam kehilangan dua anaknya, yang hilang karena terbunuh dan yang satu hilang karena mengembara tanpa tujuan.
Yang menyebabkan itu semua dari tingkah laku Adam, Hawa dan anak-anaknya adalah iblis. Sebab iblis itu adalah musuh besar kita, yang harus kita jauhi dan harus kita lawan dengan cara mendekatkan diri kepada Allah, menjauhi segala larangan-larangan Allah dan menjalankan semua perintah.
Oleh karena sebagai orang yang beriman, kita harus waspada dan harus berhati-hati agar jangan terpedaya oleh tipu daya iblis, karena iblis dulu sudah bersumpah dihadapan Allah akan menggoda anak cucu Adam sampai hari kiamat, agar nanti dapat bersama-sama dengan iblis menjadi penghuni neraka jahanam. Cerita tentang Qabil dan Habil tersebut dapat kita lihat pada Al-Qur’an Syrah al-Maidah: 27-31.

Tuesday, July 29, 2014

Bismillahirrohmanirrohim 
(dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)

1.      Virus
Virus dapat dimanfaatkan dalam bidang rekayasa genetika maupun penelitian. Sebagai contoh, virus digunakan untuk memproduksi interferon dan vaksin.
Sebagian besar virus dapat mengakibatkan penyakit. Beberapa penyakit yang disebabkan virus sebagai berikut.
a.       Pada tumbuhan: mosaik (bercak-bercak kuning pada daun tembakau) disebabkan oleh Tobacco Mozaik Virus (TMV).
b.      Pada hewan: New Castle Disease (NCD) sering disebut tetelo atau cekak, menyerang saraf ternak unggas.
c.       Pada manusia: AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome), disebabkan oleh infeksi virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) pada sel darah putih.

2.      Archaebacteria dan Eubacteria
Monera terbagi menjadi dua filum, yaitu Archaebacteria (Archae) dan Eubacteria (Bacteria). Ciri-ciri Archaebacteria dan Eubacteria yaitu bersifat prokariotik, nukleusnya hanya berupa satu molekul DNA, uniseluler, dan mikroskopis. Struktur tubuh Archaebacteria dan Eubacteria terdiri atas lapisan lendir, dinding sel, membran plasma, sitoplasma, kromosom, dan ribosom. Archaebacteria dan Eubacteria berkembang biak dengan pembelahan biner, pembentukan tunas, dan fragmentasi. Archaebacteria dibagi menjadi tiga kelompok yaitu Methanogen, Halofil ekstrem, dan Thermoasidofil. Sementara itu, Eubacteria dibagi menkadi empat kelompok yaitu Cyanobacteria, bakteri kemoautotrof, bakteri penambat nitrogen, dan Spirocheata.
Peranan Monera dalam kehidupan sebagai berikut.
a.       Penghasil antibiotik
1)      Streptomyces griceus menghasilkan streptomisin.
2)      Streptomyces venezuelae menghasilkan kloramfenikol.
b.      Penghasil bahan pangan
1)      Acetobacter aceti digunakan dalam pembuatan asam cuka.
2)      Lactobacillus bulgaricus digunakan dalam pembuatan yoghurt.
3)      Acetobacter xylinum digunakan dalam pembuatan nata de coco.
c.       Pengikat nitrogen bebas di udara
1)      Rhizobium leguminosarum
2)      Rhizobium radicicola
3)      Azotobacter
4)      Rhodosprillum rubrum
5)      Clostridium pasteurianum
Rhizobium leguminosarum dan Rhizobium radicicola bersimbiosis dengan tanaman Leguminosae. Sementara itu, Azotobacter, Rhodosprillum rubrum, dan Clostridium pasteurianum hidup secara bebas.


            Beberapa jenis anggota Monera dapat menimbulkan penyakit berikut.
Bakteri                                                           Jenis Penyakit
Pada hewan:
·         Bacillus anthacis                          Antraks pada hewan ternak
·         Balantidium coli                           Bengkak pada rahang sapi
Pada tumbuhan:
·         Xanthomonas citri                        Kanker pada batang jeruk
·         Erwinia tracheiphila                    Penyakit busuk daun pada labu
Pada manusia:
·         Salmonella thyphosa                    Penyakit tifus
·         Mycobacterium tubercolosis        Penyakit TBC
·         Treponema pallidum                    Penyakit sifilis
·         Shigella dysentriae                       Penyakit disentri
·         Diplococcus pneumoniae             Penyakit radang paru-paru




Bismillahirrohmanirrohim 
(dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)

Objek dan permasalahan yang dikaji dalam Biologi yaitu makhluk hidup beserta kehidupannya dan faktor-faktor pendukung kehidupannya. Kajian Biologi sebagai ilmu sangat luas, meliputi seluruh makhluk hidup, baik uniseluler maupun multiseluler yang hidup di darat, laut, atau udara. Objek atau kajian Biologi diklasifikasikan menjadi lima kingdom, yaitu Animalia, Plantae, Monera, Protista, dan Fungi
            Berdasarkan tingkat organisasi kehidupan, objek Biologi merupakan kehidupan pada tingkatan-tingkatan yang berurutan dari yang paling sederhana hingga paling kompleks. Tingkatan tersebut sebagai berikut.
1.      Tingkat molekul: molekul merupakan partikel-partikel penyusun sel makhluk hidup.
2.      Tingkat sel: sel merupakan unit kehidupan terkecil makhluk hidup.
3.      Tingkat jaringan: jaringan merupakan kumpulan sel yang mempunyai bentuk dan fungsi sama.
4.      Tingkat organ: organ adalah kumpulan jaringan yang menjalankan fungsi tertentu dalam tubuh.
5.      Tingkat sistem organ: sistem organ adalah kumpulan organ yang menjalankan fungsi tertentu dalam tubuh.
6.      Tingkat individu: individu adalah organisme tunggal.
7.      Tingkat populasi: populasi adalah kumpulan individu sejenis yang menempati suatu daerah pada waktu tertentu.
8.      Tingkat komunitas: komunitas adalah kumpulan populasi dari berbagai spesies yang saling berinteraksi dalam suatu habitat.
9.      Tingkat ekosistem: ekosistem adalah interaksi antara populasi-populasi penyusun komunitas dengan lingkungan abiotiknya.
10.  Tingkat bioma: bioma adalah sekelompok hewan dan tumbuhan yang tinggal di suatu lokasi geografis tertentu.
11.  Tingkat biosfer: biosfer adalah berbagai macam ekosistem yang ada di dunia.

Biologi telah berkembang menjadi berbagai cabang dengan objek kajian yang spesifik sebagai berikut.
1.      Anatomi: mempelajari struktur dan susunan tubuh makhluk hidup.
2.      Bakteriologi: mempelajari bakteri dan kehidupannya.
3.      Botani: mempelajari tumbuh-tumbuhan.
4.      Ekologi: mempelajari interaksi antarmakhluk hidup dan antar makhluk hidup dengan lingkungan.
5.      Embriologi: mempelajari tahapan perkembangan organisme sejak zigot hingga menjadi organisme.
6.      Entomologi: mempelajari serangga dan kehidupannya.
7.      Evolusi: mempelajari perkembangan makhluk hidup dari bentuk sederhana hingga kompleks.
8.      Fisiologi: mempelajari proses faal tubuh makhluk hidup.
9.      Genetika: mempelajari penurunan sifat makhluk hidup kepada keturunannya.
10.  Histologi: mempelajari jaringan makhluk hidup.
11.  Mikrobiolgi: mempelajari mikroorganisme dan kehidupannya.
12.  Ornitologi: mempelajari burung dan seluk-beluk kehidupannya.
13.  Patologi: mempelajari penyakit dan dampaknya bagi kehidupan.
14.  Virologi: mempelajari virus dan karekteristiknya.
15.  Zoologi: mempelajari hewan.

Perkembangan Bioogi sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia dan lingkungan. Dengan memanfaatkan Biologi dapat dihasilkan produk-produk yang bermanfaat bagi manusia. Sebagai contoh produksi alkohol, kecap, roti, dan nata de coco yang menggunakan teknologi fermentasi oleh mikroorganisme seperti jamur dan bakteri. Di bidang kesehatan dihasilkan produk vaksin dan obat. Vaksin adalah bibit penyakit yang dilemahkan dan dimasukkan ke dalam tubuh untuk mendapatkan antibodi. Obat adalah senyawa kimia yang dapat diperoleh dari hewan atau tumbuhan maupun mikroorganisme yang diolah untuk menyembuhkan penyakit. Produk bibit pertanian dan peternakan yang merupakan hasil seleksi hibridisasi, mutasi, kultur jaringan, maupun rekayasa genetika juga merupakan penerapan Biologi yang dapat memberikan hasil optimal. Pengetahuan Biologi dapat membantu kita menyelesaikan segala persoalan sehari-hari mulai dari lingkungan sekitar diri sendiri hingga lingkup ekosistem yang lebih luas.