Monday, September 29, 2014

Bismillahirrohmanirrohim
(dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)

Wahai para petinggi . . . .
Pernahkah engkau sejenak menundukkan kepala di sela-sela kedudukanmu saat ini?
Dan sepintas engkau memikirkan kehidupan orang-orang di bawah engaku saat ini?
Dan mendengarkan jeritan mereka yang haus akan kedamaian dunia . . . . ??

Tatkala kami menginjakkan kaki di dunia yang baru & kehidupan yang baru,
Kami mencoba untuk memulai kehidupan ini dengan merangkak.
Disetiap waktu kami selalu mendengar jeritan orang-orang bawah yang sedang berteduh dibawah naungan kehidupan . . .
Yang tumbuh di tengah-tengah sendiwara engkau wahai para petinggi . . . ..
Waktu yang terus berputar siang dan malam wahai tak pernah berhenti,
Kami selalu terselimuti tangisan orang-orang bawah.
Mereka selalu menjerit . . .
Jeritan yang tak pernah berhenti terdengar di sela-sela langkah kaki ini.
Sejenak kami berpikir meratapi kehidupan orang-orang di bawah yang selalu menjerit dalam belenggu akan sandiwara yang negkau mainkan.
Perlahan-lahan kami mencoba untuk melangkah membebaskan mereka dari belenggu sandiwara dunia para petinggi.
Kami mencoba melangkah & berlari untuk menciptakan kahidupa yang damai,
Membebaskan mereka dari belenggu kehidupan sandiwara duniamu wahai petinggi.

Kami kobarkan api semangat kami demi dunia yang damai.
Kami genggam pedang kebenaran di setiap langkah kami,
Untuk membela keadilan dunia ini.

Wahai para petinggi . . .
Kau selalu jadikan kedudukanmu sebagai senjata dalam panggung sandiwaramu . . .
Kau selalu ciptakan nuasa seram dalam kehidupan orang-orang bawah,
Kau selalu menghantui orang-orang bawah,
Kau selalu membuat orang-orang bawah menjerit tak berdaya,

Wahai para petinggi . . ..
Kau selalu mengkoar-koarkan kejayaan,
Kau selalu mengembar-gemborkan keistimewaan,
Kau selalu menjanjikan kedamaian dunia,
Kau selalu menjanjikan  kenyamanan pada orang-orang bawah,
Namun . . .
Kau jadikan itu semua sebagai topeng sandiwaramu . . .
Agar orang-orang tak dapat mengenal siapa kau sebenarnya.
Kau jadikan janji-janjimu sebagao senjata pemadam api semangat kebenaran kami.
Sadarkah engkau wahai petinggi,

Bahwa sesungguhnya segala yang lakukan dilihat oleh Dzat Yang Maha Melihat.

0 comments:

Post a Comment