Sunday, September 14, 2014

Bismillahirrohmanirrohim 
(dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)

1.      Namrud Menjadi Raja Di Babilonia
Kalau kita membahas tentang kisah Nabi Ibrahim, kita tidak lepas dari sejarah Raja Namrud. Nama lengkapnya Namrud adalah Namrud bin Kan’an bin Kussy, ia menjadi Raja yang sangat dipatuhi dan ditaati oleh rakyatnya, semua rakyatnya menjadi taat dan patuh karena mereka semua takut pada ancaman rajanya yang tega membunuh rakyatnya bila melanggar perintahnya.
Karena selalu diliputi oleh rasa ketakutan, maka rakyat menjadi orang yang selalu tertinggal dan terperosok kedalam kegelapan dan kebodohan, sehingga mereka mengalami kebuntuhan dalam mengenal Tuhan.
Raja Namrud mempunyai kegemaran membuat gambar dan patung-patung kemudian gambar dan patung tersebut disembah dan dipuja-puja. Kemudian rakyatnyapun dipaksa untuk melaksanakan hal serupa yang sebagaimana dilaksanakan oleh rajanya.

2.      Namrud Bermimpi Tahtanya Akan Jatuh
Pada saat Raja Namrud tertidur nyenyak, ia bermimpi melihat anak kecil yang melompat kedalam kamarnya, lalu merampas mahkota yang sedang dipakai di kepalanya, karena khawatir atas mimpinya tersebut, maka Namrud mengundang semua tukang-tukang tenung dan tukang-tukang ramal, untuk meramal mimpinya tersebut. Setelah diambil pendapat dari tukang-tukang ramal, maka tukang ramal tersebut mengatakan: Bahwa suatu hari nanti akan lahir seorang anak, yang mana anak tersebut setelah dewasa akan merusak kekuasaan sang raja dan merampas mahkota kerajaan.
Dengan berpedoman dengan tabir-tabir mimpi yang telah diramalkan oleh tukang-tukang ramal, maka sang raja memberi keputusan dan maklumat akan membunuh semua bayi yang lahir, baik laki-laki maupun perempuan.

3.      Nabi Ibrahim Dilahirkan
Pada saat keputusan dari Raja tersebut ditakuti oleh rakyatnya,lahirlah bayi laki-laki yang dilahirkan oleh ibunya didalam gua, karena takut pada keputusan raja maka seorang ibu tersebut merawat dan membesarkan bayi tersebut didalam gua.
Sebagai anak yang tumbuh dewasa dan berfikirnya cerdas, maka setiap hari, Ibrahim selalu memikirkan semua isi alam yang ada disekelilingnya dan pada setiap malam Ibrahim selalu merenungi semua yang ada dibalik bumi ini, seperti: gunung, hewan, tumbuh-tumbuhan dan lain sebagainya. Dalam Al-Qur’an  telah disebutkan, mengenai penalaran Nabi Ibrahim sebagaimana firman Allah:
Dan demikianlah kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) dilangit dan dibumi, dan (Kami memperlihatkannya) agar ia termasuk orang-orang yang yakin. Ketika malam telah menjadi gelap, ia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: Inilah Tuhanku. Tetapi setelah bulan terbenam dia berkata: Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat, kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata: Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar, maka tatkala matahari telah terbenam, dia berkata: Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan. Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.” (QS. al-An’am: 75-79)
Demikian kehebatan Nabi Ibrahim dalam menggunakan akal pikirannya di tengah-tengah masyarakat yang mempersekutukan Allah dan masyarakat yang menyembah kepada berhala, Nabi Ibrahim dapat menentukan dan memastikan akan adanya Tuhan (Allah) sebagai pencipta dan pengatur seluruh isi alam.

4.      Ibrahim Kumpul Dengan Kaumnya
Setelah keputusan Raja Namrud untuk membunuh setiap bayi yang lahir sirna, maka Ibrahim memberanikan diri keluar dari gua tempat kelahirannya dan ikut bergabung dengan masyarakat atau kaumnya yang sudah lama bergelimang dengan kesesatan dan kebodohan.
Melihat masyarakat yang berada disekelilingnya senag berbuat kerusakan dan kejahatan serta menyembah kepada berhala, maka Nabi Ibrahim mulai berfikir untuk meminta bantuan dan petunjuk kepada Tuhannya: Ya Tuhan, aku sedang menderita, yaitu penderitaan batin, melihat kemungkaran dan kesesatan, untuk apakah gerangan akal yang dikaruniakan Tuhan kepada mereka? Ya Tuhanku, tunjukilah aku, dan kalau Tuhan tidak menunjuki aku, sungguh aku akan menjadi sesat seperti orang banyak yang sesat dan berbuat aniaya dan kerusakan itu.
Melihat rintihan dan do’a yang dipanjatkan oleh Ibrahim tersebut, maka Allah memberikan petunjuk kepada Ibrahim. Dia diangkat menjadi Nabi dan Rasul dan kepadanya diberikan wahyu, sehingga keyakinannya kepada Allah sekarang ini bukan sebagai kesimpulan saja, tapi betul-betul sebagai wujud dari keimanannya kepada Allah sang pencipta, setelah diangkat menjadi Nabi dan Rasul tersebut Allah memberikan kepada Ibrahim segala rahasia yang ada dibalik alam nyata ini yang dapat dilihat langsung oleh Ibrahim.
Setelah Ibrahim memperhatikan dan memahami kehidupan di dunia ini, lalu Ibrahim mulai memikirkan tentang kehidupan di alam akhirat. Lalu timbullah pertanyaan dan pemikiran, bagaimana caranya Tuhan dapat menghidupkan manusia yang sudah mati itu di hari kiamat nanti. Setelah lama memikirkan tentang alam akhirat, lalu Nabi Ibrahim meminta petunjuk dan berdo’a kepada Allah, tentang bagaimana caranya Allah bisa menghidupkan manusia yang sudah mati, dan membangkitkannya di alam akhirat.
Mendengar pengaduan dari Nabi Ibrahim tersebut, lalu Allah bertanya kepada Ibrahim: Hai Ibrahim, apakah engaku belum beriman? Ibrahim menjawab: Sekali-kali tidak , bukankah Engkau telah memberikan wahyu kepadaku, dan aku telah percaya dan membenarkannya, tetapi kali ini aku adalah semata-mata lebih tenang kepadaku dan lebih tenang jiwaku ini.
Untuk menunjukkan kekuasaan Allah kepada Nabi Ibrahim, lalu Allah menyuruh kepada Ibrahim untuk mengambil 4 burung lalu disuruhnya membunuh masing-masing burung tersebut, setelah burung tersebut dibunuh dan dihancurkan, lalu Allah menyuruh Nabi Ibrahim menaruh bangkai burung tersebut diatas bukit yang berbeda, setelah kembali dari bukit lalu Allah meyuruh kepada Nabi Ibrahim agar memenggil burung tersebut, baru saja Nabi Ibrahim memanggil burung tersebut, masing-masing burung tersebut terbang menuju kepada Nabi Ibrahim, agar Nabi Ibrahim dapat melihat dengan matanya sendiri, bagaimana Allah menghidupkan apa yang sudah mati dan hancur bahkan sudah terpisah-pisah anggota tubuhnya.
Dengan melihat kejadian tersebut, bertambah keimanannya yang sudah terpatri dalam diri Nabi Ibrahim, dan hanya dengan bekal keimanan inilah nantinya Ibrahim akan berda’wah memberantas kejahatan, kemusyrikan yang dikungkung dan dibawah kekuasaan Raja Namrud. Dan dengan bekal keimanan itulah ia dapat menghadapi kesulitan dancobaan yang diberikan oleh Allah, sehingga ia menyampaikan titel “Kholilullah” (kekasih Allah).

5.      Nabi Ibrahim Menyuruh Ayahnya Untuk Meninggalkan Menyembah Berhala
Ayah Nabi Ibrahim yang bernama Azar, mempunyai pekerjaan membuat patung-patung yang disembah dan dia termasuk orang yang pertama kali yang menyembah kepada berhala. Oleh karena tugas Nabi Ibrahim memberantas kemungkaran dan memberantas kepada orang-orang yang menyembah kepada berhala, maka Nabi Ibrahim mengajak kepada ayahnya agar meninggalkan menyembah kepada berhala dan menyembah kepada Allah semata. Karena sebelum mengajak kepada orang lain, Nabi Ibrahim lebih dahulu mengajak anggota keluarganya termasuk ayahnya sendiri.
Untuk berda’wah kepada Ayahnya Nabi Ibrahim menggunakan bahasa yang halus dan sopan, sebagaimana firman Allah:
Ceritakanlah (Hai Muhammad) Kisah Ibrahim didalam Al Kitab (Al-Qur’an) ini, Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan lagi seorang Nabi.
Ingatlah ketika ia berkata kepada bapaknya, wahai bapakku mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak dapat melihat dan tidak dapat menolong kamu sedikitpun? Wahai bapakku, sesungguhnya telah datang kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus. Wahai bapakku, janganlah kamu menyembah setan. Sesungguhnya setan itu durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah,. Wahai bapakku, sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa adzab dari Tuhan Yang Maha Pemurah, maka kamu menjadi lawan bagi setan. Berkata bapaknya: Bencikah kamu kepada tuhan-tuhanku, hai Ibrahim? Jika kamu tidak berhenti, maka niscaya kamu akan kurajam, dan tinggalkanlah aku buat waktu yang lama, Ibrahim berkata: Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan memintakan ampunan bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku. Dan aku akan menjauhkan diri padamu dan daripada apa yang kamu seru selain dari Allah dan aku akan berdo’a kepada Tuhanku, mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdo’a kepada Tuhanku.” (QS. Maryam: 41-48)
Usaha yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim untuk mengajak kepada ayahnya agar menyembah kepada Allah tidak berhasil, maka sesuai dengan janjinya Nabi Ibrahim mendo’akan kepada ayahnya agar menjadi orang yang beriman dan kembali kejalan yang lurus, karena itu adalah beban Nabi Ibrahim selaku anak kepada orang tua. Akan tetapi setelah di da’wahi masih tidak mau meninggalkan menyembah kepada berhala, maka ia (Ibrahim) telah bebas dari bebannya. Sebagaimana firman Allah:
Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya, tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diingkarinya kepada bapaknya itu. Maka tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim adalah seorang yang sangat berlembut hatinya lagi penyantun.” (QS. at-Taubah: 114)

6.      Ibrahim Menghancurkan Berhala-Berhala
Walaupun Nabi Ibrahim tidak berhasil menda’wahkan kepada ayahnya, bukan menjadi penghalang bagi Nabi Ibrahim untuk menyampaikan risalah Allah untuk menyembah kepada Allah dan menghancurkan berhala-berhala. Untuk memudahkan dalam menyampaikan da’wahnya, maka Nabi Ibrahim mempunyai rencana untuk menghancurkan semua berhala yang biasanya disembah oleh kaumnya.
Kini Ibrahim mempunyai kesempatan yang sangat bagus untuk menghancurkan berhala-berhala, karena pada setiap tahun para penduduk mempunyai acara yang berbau syirik yaitu pergi keluar kota baik itu yang tua, muda maupun anak-anak kecil, tapi sebelum mereka pergi ke acara tersebut didahului dengan memasak makanan yang lezat-lezat dan masakan tersebut di taruh disebelah patung-patung. Kemudian setelah kembali dari luar kota, makanan tersebut dimakan secara bersama-sama.
Pada saat para penduduk pergi keluar kota, Nabi Ibrahim dengan keyakinan dan ketenangan menghancurkan semua berhala dan hanya menyisakan satu berhala yang paling besar. Setelah selesai menghancurkan semua berhala-berhala tersebut, Nabi Ibrahim mengalungkan kapak yang dibuat menghancurkan patung tersebut pada leher patung yang paling besar yang masih berdiri tegak, dengan tujuan agar nanti orang-orang mengira bahwa yang menghancurkan patung-patung adalah yang paling besar tersebut.
Setelah kembali dari kepergiannya ke luar kota, raja Namrud merasa tercengang melihat patung-patung yang disembah hancur dan berantakan, dengan kemarahannya raja Namrud meyuruh kepada para prajuritnya agar mencari dan menangkap Ibrahim. Mendengar perintah sang raja, para prajurit itu membantah: Bagaimana kita harus menangkap Ibrahim, padahal kita belum tahu buktinya. Sang raja berkata: Sudahlah jangan banyak bicara pokoknya tangkap saja orang itu, ada bukti atau tidak, yang penting tangkap dulu orang itu.

7.      Ibrahim Disidang Oleh Raja Namrud
Setelah Ibrahim berhasil ditangkap oleh para prajurit, lalu Ibrahim diajukan ke sidang pengadilan dan diadili oleh Raja Namrud sendiri. Ketika ditanya oleh Raja: Apakah benar kamu yang menghancurkan patung-patung itu? Ibrahim menjawab: Tidak. Mendengar jawaban tersebut, Raja marah. Memang tujuan Ibrahim menjawab tidak, untuk memancing kemarahan Raja Namrud. Setelah Namrud marah, Ibrahim mengajak kepada Namrud untuk menanyai kepada patung yang paling besar yang membawa kapak dan tidak mati. Mendengar ajakan Ibrahim, Namrud menjadi tambah marah dan menuduh Nabi Ibrahim sebagai orang yang bodoh dan tidak punya akal. Kata Namrud: Masak patung seperti itu bisa diajak bicara. Mendengar perkataan itu Nabi Ibrahim merasa senang dan berkata: Sudah tahu tidak bisa bicara kok disembah dan dimintai tolong. Namrud dan para pengikutnya sudah merasa terpojok oleh ucapan Nabi Ibrahim.
Merasa dalam pihak yang kalah, akhirnya Raja Namrud marah dan menyuruh kepada rakyatnya agar menangkap Ibrahim dan membakarnya hidup-hidup dan disaksikan oleh semua rakyatnya. Dan menurut perkiraan mereka. Ibrahim pasti mati didalam kobaran api tersebut.
Allah masih menghendaki Ibrahim hidup, ia dalam kobaran api tidak merasakan panas, bahkan sebaliknya api itu tambah menyegarkan bagi kesehatan Ibrahim. Itulah mu’jizat yang diterima oleh Ibrahim. Akhirnya ia selamat dan bertambah segar bugar.
Dengan kejadian itu sebenarnya banyak pengikut Nabi Ibrahim, tapi berkat pengaruh Raja Namrud dan lontaran ancaman bagi semua yang mengikuti ajaran Ibrahim, maka akan dibunuh.

8.      Nabi Ibrahim Bersengketa dengan Raja Namrud
Setelah Nabi Ibrahim dibakar tidak mati, dan tidak kelihatan bekas cacat sedikitpun, maka kemarahan Namurd sekarang ditumpahkan kepada Ibrahim, karena Namrud khawatir kalau suatu saat kekuasaannya sebagai raja dan sebagai tuhan akan sirna, akibat datangnya Ibrahim.
Maka Ibrahim dipanggil oleh Raja Namrud kehadapannya dan menuduh Ibrahim sebagai tukang penyebab fitnah dan yang membohongkan adanya Tuhan yang dapat menciptakan isi dunia dan yang dapat mematikan dan menghidupkan segala apa yang ada di dunia. Kalau hanya dapat menghidupkan dan mematikan aku bisa, kata Namrud, kemudian Namrud mendatangkan dua orang budak. Setalah kedua orang itu (budak) datang. Namrud lalu berkata kepada Ibrahim: Akan engkau lihat sendiri, seorang dari kedua budak ini akan saya matikan dan saya hidupkan.
Kemudian Namrud mengambil pedang dan memotong leher budak itu, sehingga budak itu mati. Dan yang seorang lagi dilepaskannya. Setelah mengerjakan itu, lalu Namrud berkata: Ibrahim begitulah caranya aku mematikan dan menghidupkan.
Itu bukanlah mematikan, tapi membunuh dengan cara kejam dan tidak berperikemanusiaan, kata Ibrahim.
Ibrahim meneruskan pembicaraan: Tuhanku bisa menjalankan matahari dari arah timur ke arah barat. Coba sekarang kau jalankan matahari itu dari arah barat ke arah timur, sekiranya kau berkuasa.
Tantangan Ibrahim kepada Namrud itu membuat Namrud dendam yang sangat mendalam. Dan sejak itu dendam Namrud terhadap Ibrahim berterang-terangan. Dan dianggapnya Ibrahim itu adalah musuh besarnya, yang harus dienyahkan dari negeri ini.

9.      Ibrahim Pindah ke Mesir
Setelah menjalani pernikahan dengan anak pamannya yang bernama Sarrah, maka Nabi Ibrahim dan para pengikutnya pergi menuju negeri Syam (Palestina, Suria) di negeri Palestina ini Ibrahim tinggal cukup lama, kemudian tidak lama kemudian negeri tersebut ditimpa bencana besar yang berupa kelaparan dan penyakit menular, akhirnya Nabi Ibrahim dan istrinya pergi ke Negeri Mesir.
Pada saat itu Mesir diperintah oleh seorang raja yang sangat kejam, setelah melihat kedatangan Ibrahim dan istrinya Siti Sarrah, maka sang raja langsung tertarik akan kecantikan Siti Sarrah. Maka Ibrahim dan istrinya dipanggil oleh raja untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Ibrahim tahu apa maksud sang raja, setelah ditanya tentang hubungan antara Ibrahim dan Siti Sarrah, Ibrahim menjawab bohong kepada raja, dengan maksud untuk melindungi dan menyelamatkan dirinya, dan dengan jawaban tersebut, sehingga Ibrahim dan Siti Sarrah diperbolehkan tinggal di istana raja.
Pada suatu hari raja Mesir tidur disamping Sarrah, lalu raja tersebut bermimpi, bahwa Sarrah yang selama ini tidur bersamanya tiap malam adalah perempuan yang sudah mempunyai suami, dan suaminya adalah Ibrahim yang mengaku sebagai saudaranya itu.
Ketika sang raja terbangun dari tidurnya, maka sang raja langsung membebaskan Siti Sarrah dan menyerahkan kembali kepada suaminya, yaitu Nabi Ibrahim. Dengan demikian Allah dapat melindungi Siti Sarrah dari fitnah yang amat besar.
Setelah tinggal lama di Mesir, lalu Ibrahim pindah lagi ke Palestina, dan di tempat itulah digunakan sebagai tempat suci untuk menyembah. Dan di Palestina inilah Nabi Ibrahim banyak melahirkan keturunan yang kemudian banyak menjadi Nabi dan Rasul.

3 comments:

  1. manusia terbaik untuk di jadikan panutan hidup ole Ustadz Dr. Syafiq rizal basalamah, M.A
    https://youtu.be/UNu6XrNugrU

    ReplyDelete
  2. terima kasih ceritanya sangat menarik.,.,.salam
    dktourjogja

    ReplyDelete