Saturday, September 6, 2014

Bismillahirrohmanirrohim 
(dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)

1.      Kaum Tsamud
Setelah kaum ‘Aad dibinasakan oleh Allah dengan angin topan, sehingga mengakibatkan semua manusia yang ingkar bergelimpangan, rumah-rumah dan gedung-gedung hancur berantakan berkeping-keping, binatang-binatang diterbangkan dengan angin topan yang dahsyat. Akhirnya bumi itu menjadi tandus dan gersang. Bangsa itu yang didalam Al-Qur’an disebut kaum Tsamud. Merekalah yang berkuasa diatas bumi yang dikuasai oleh bangsa ‘Aad dahulu itu.
Negeri itu sekarang dirombak dan dibangun kembali sehingga menjadi negeri yang makmur, labih makmur dibandingkan dengan zaman kaum ‘Aad yang sudah musnah itu. Didalamnya penuh dengan kebun-kebun, tanaman yang indah, dengan hasil bumi yang berlipat ganda dan membuat mereka tidak kekurangan sesuatu apapun.

2.      Tempat Tinggal Kaum Tsamud
Tempat tinggal kaum Tsamud adalah lereng-lereng gunung, di bukit-bukit, sebagaimana dinyatakan didalam Al-Qur’an:
Dan kaum Tsamud yang memotong batu-batu besar.” (QS. al-Fajr: 9)

3.      Tuhan-Tuhan Kaum Tsamud
Kehidupan kaum Tsamud ini seperti kehidupan ‘Aad dahulu. Mereka membuat kerusakan dan kesombongan, menonjol-nonjolkan harta kekayaan yang mereka miliki. Mereka mengira bahwa harta kekayaan yang mereka miliki dan yang mereka rasakan adalah untuk selama-lamanya, kesenangan dan kehidupan mereka akan tetap selama-lamanya. Lalu mereka berbuat sekehendaknya menurut hawa nafsunya yang angkara murka, bahkan sampai batu-batu yang tidak berharga itu mereka gunakan sebagai pemujaan dan penyembahan mereka.

4.      Shalih Berda’wah Kepada Kaum Tsamud
Untuk menyampaikan risalah dan menyampaikan ajaran agama kepada kaum Tsamud yang  menyimpang dan menyembah kepada berhala, maka Allah mengutus seorang Nabi yang bernama Shalih dengan penuh kesabaran, Nabi Shalih menyampaikan risalah dan mengajak kepada kaum Tsamud menyembah kepada Allah dan melarang menyembah kepada patung-patung dan berhala-berhala. Sebagaimana firman Allah:
Dan kepada Tsamud (kami utus) saudara mereka Shalih, Shalih berkata:Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia, Dia telah menciptakan kamu dari tanah dan menjadikan kamu kemakmurannya, karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (do’a hambaNya).” (QS. Hud: 61)
Da’wah yang dilakukan oleh Nabi Shalih tidak mendapat sambutan baik dari kaum Tsamud, mereka malah menentang dan mendustakan ajaran agama dan semua apa yang sudah disampaikan oleh Nabi Shalih tidak pernah membekas pada pribadi masing-masing kaum.

5.      Kaum Tsamud Minta Bukti Mu’jizat Kepada Shalih
Banyak tantangan yang dihadapi oleh Nabi Shalih dalam menyampaikan da’wahnya kepada kaumnya, orang-orang yang ingkar dan tidak berimanBanyak tantangan yang dihadapi oleh Nabi Shalih dalam menyampaikan da’wahnya kepada kaumnya, orang-orang yang ingkar dan tidak beriman menentang kepada Nabi Shalih, kalau memang benar-benar Nabi Shalih sebagai seorang Nabi, maka Shalih disuruh menunjukkan mu’jizatnya sebagai bukti seorang Nabi.
Menanggapi permintaan kaumnya tersebut, Nabi Shalih memohon kepada Allah agar diberikan mu’jizat yang dapat ditunjukkan kepada kaumnya.
Mendengar do’a yang dipanjatkan oleh Nabi Shalih tersebut, maka Allh langsung mengabulkan, lalu berfirman kepada Nabi Shalih: Pergilah engkau hai Shalih untuk mendapatkan kaummu, dan katakanlah kepada mereka agar mereka berkumpul diluar kota di kaki gunung yang tampak itu, itu dapat melihat mu’jizat yang mereka kehendaki itu. Dari gunung itu nanti akan muncul seekor onta betina yang luar biasa bagusnya, besar ddan gemuk, yang tidak pernah mereka lihat selama ini.
Setelah tiba saat yang ditunggu-tunggu, maka datanglah onta betina tersebut yang memang betul-betul bagus dan tidak pernah mereka lihat sebelumnya dan dengan tetek yang penuh dengan air susu itu diambil setiap detik, air susu itu tidak akan habis.
Dengan adanya mu’jizat tersebut orang yang beriman akan bertambah imannya, sedangkan orang-orang yang ingkar bukan menjadi iman karenanya sebagaimana perkataan mereka ketika meminta mu’jizat dulu, bahkan mereka bertambah iri hati terhadap Nabi Shalih dan orang-orang yang beriman.

6.      Pembunuhan Onta Mu’jizat Nabi Shalih
Untuk menunjukkan rasa kedengkian dan rsa iri yang terpendam dalam hati kaum Tsamud yang ingkar, maka mereka berencana hendak membunuh onta mu’jizat tersebut, dengan tujuan agar orang-orang beriman menghindar dari Nabi Shalih yang mengajak untuk menyembah kepada Allah dan mengingkari ajaran nenek moyang.
Untuk merangsang agar banyak para pemuda yang mendaftarkan dirinya untuk membunuh onta tersebut, maka dicarikan perempuan cantik yang siap dinikmati segala-galanya sebagai hadiah bagi mereka yang berhasil membunuh onta tersebut. Akhirnya ditemukan seorang perempuan cantik bernama Shaduq binti Mahya akan menyerahkan kehormatannya dengan sepuas-puasnya asalkan pemuda tersebut berhasil membunuh onta tersebut. Dan juga seorang wanita tua keparat mau menyerahkan kehormatan anaknya kepada seorang laki-laki yang bernama Qudar Ibnu Salif, asalkan pemuda itu dapat membinasakan onta dari permukaan bumi.
Dengan langkah tegap dan penuh keyakinan, kedua pemuda tersebut, maka Nabi Shalih berkata: Hai kaumku, kamu benar-benar berbuat dosa, sekarang kamu boleh bersenang-senang dan bergembira 3 hari saja atas kematian onta itu. Sesudah tida hari hujan akan datang, dan hari ini bukanlah perjanjian yang bohong.
Tempo tiga hari yang diberikan kepada mereka oleh Shalih dengan harapan mudah-mudahan mereka insaf, bertaubat dan mau beriman kepada Allah, tatapi sebelum tiba tiga hari mereka orang-orang yang ingkar tersebut bertanya dan menantang kepada Shalih: Percepatlah datangnya siksa yang engkau janjikan itu.
Tidak lama kemudian, mereka merasa ragu dan takut akan datangnya janji Allah itu, maka mereka berencana akan membunuh kepada Nabi Shalih pada malam itu juga, karena menurut anggapan mereka dengan terbunuhnya Nabi Shalih, siksa itu tidak akan datang. Tatapi sebelum rencana mereka membunuh Nabi Shalih terlaksana, Allah sudah menurunkan adzab kepada mereka yang ingkar berupa sambaran petir yang sangat dahsyat sekali yang menghancurkan rumah-rumah, gedung-gedung dan bukit-bukit yang dipergunakan sebagai benteng mereka. Sebagaimana firman Allah:
Maka mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhannya lalu mereka disambar petir sedang mereka melihatnya.” (QS. Adz Dzariyat: 44)
Dan firman yang lainnya:
Karena itu mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergeimpangan di tempat-tempat mereka.” (QS. al-A’raf: 78)

0 comments:

Post a Comment